Monthly Archives: July 2021

Harmonisasi Manusia dan Mangrove

Versi English

Harmonisasi Manusia dan Mangrove

Penulis: Ahmad Muzaqi, S.Sos.

Siapa sangka Mangrove sebagai salah satu tumbuhan khas pesisir memiliki seribu satu manfaat. Dari akar hingga buahnya mendatangkan banyak manfaat untuk manusia dan alam. Buahnya bisa diolah menjadi berbagai produk unggulan bernilai ekonomi. Kayu hasil penebangannya bisa digunakan untuk kayu bakar. Bagi ekosistem pesisir manfaatnya tak kalah penting, hutan mangrove menjadi habitat, tempat berlindung, mencari makan, berkembang biak, dan tempat migrasi berbagai flora dan fauna. Mangrove juga menjadi tumbuhan andalan untuk melindungi pantai dari ancaman abrasi dan penghalau sampah masuk ke laut. Ketika terjadi fenomena marine debris (sampah berukuran kecil) dan marine litter (sampah berukuran besar), sampah yang berasal dari tengah laut terbawa arus dan Kembali ke daratan. Mangrove berperan menjadi waste trap alami yang menjebak sampah agar tidak kembali ke lautan karena sampah tersebut akan terperangkap di akar dan batangnya.

 
Foto 1. Sampah di Sungai Cacalan Banyuwangi (Dokumentasi EcoRanger Banyuwangi)
Foto 1. Sampah di Sungai Cacalan Banyuwangi (Dokumentasi EcoRanger Banyuwangi)
 

Perbedaan dari seluruh manfaat mangrove yang disebutkan di atas terletak pada cara kerjanya. Kabar baiknya, Manfaat ekonomi dari keberadaan mangrove bisa didapat apabila mampu dikelola dengan baik. Namun, buah mangrove tidak akan menyebabkan kerugian jika tidak diolah.  Dalam ekologi, mangrove akan mampu berproses secara alami tanpa campur tangan manusia. Namun, saat menjalankan perannya dalam menjaga lingkungan, mangrove membutuhkan campur tangan manusia. Dalam prosesnya, sampah yang terperangkap di akar dan batang mangrove harus segera diambil. Jika dibiarkan, akan mempengaruhi pertumbuhan mangrove itu sendiri. Hal ini tentu akan menjadi permasalahan. Di sisi lain, ini merupakan kesempatan untuk Kembali membangun keharmonisan antara manusia dan alam. Pada dasarnya, di era industri manusia mulai abai terhadap keberlangsungan lingkungan. Kasus mangrove ini harus kita refleksikan. Jika kita ingin mengambil langkah perubahan, maka ini menjadi PR besar bagi kita untuk menentukan solusi yang bisa dilakukan untuk memulai hal tersebut.

 
Foto 2. Biota Sungai Cacalan Banyuwangi (Dokumentasi EcoRanger Banyuwangi)
 
 

Banyak upaya yang bisa kita lakukan untuk membangun keharmonisan dengan lingkungan. Mulai dari belajar dan berupaya menggunakan produk yang ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak buang sampah sembarangan terutama di sungai dan laut, hingga menjawab tantangan dalam mengelola sampah yang terperangkap di akar mangrove. Meskipun sudah banyak upaya yang dilakukan untuk membersihkan sampah yang terperangkap di mangrove, namun masih jarang yang bisa Membersihkan sampah yang berada di tengah-tengah hutan mangrove. Maka, mari kita menjadi inisiator yang mampu menjawab tantangan tersebut.

Share artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tentang Kami

Jl. Citamiang No. 6, Sukamaju, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40121

Ikuti Kami:

© 2021 EcoRanger Indonesia. All Rights Reserved