Mengatasi Krisis Sampah Laut, 60 Nelayan Banyuwangi Bergabung dalam Program Fishing For Litter

Banyuwangi, 7 September 2021 – Krisis sampah laut yang tak kunjung tertangani membuat Indonesia bertengger sebagai penghasil sampah terbesar kedua di dunia. Indonesia menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah plastik tiap tahunnya. Bahkan, laut Indonesia menerima 3,2 juta ton sampah plastik tiap tahunnya yang tak bisa dikelola.

Hingga kini, krisis sampah laut Indonesia masih mengancam keberlanjutan hidup masyarakat maupun lingkungan. Dampak dari sampah plastik laut yang tak terkelola ini tentu sudah dirasakan langsung. Mikroplastik telah ditemukan dalam dalam konsumsi air mineral dan makanan laut. Berdasarkan riset yang dilakukan lembaga riset Ecoton pada tahun 2020, 100 liter air laut perairan timur Surabaya di Kenjeran hingga Tambak Wedi mengandung 195–598 partikel mikroplastik. Sampah plastik yang kita buang, kini kembali ke meja makan kita.

Fishing For Litter Solusi Permasalahan Sampah Laut Dusun Pancer

Menyadari bahaya yang disebabkan sampah plastik di laut, EcoRanger dari Greeneration Foundation bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia dan European Union menghadirkan program Fishing For Litter untuk mengatasi sampah plastik laut Indonesia dengan memberdayakan 60 nelayan Dusun Pancer, Banyuwangi sebagai aktor utama pembawa perubahan. Proyek ini menginisiasi nelayan untuk mengumpulkan sampah laut di dropping point yang nantinya akan dikelola secara bertanggung jawab oleh EcoRanger di Sentra Kelola Sampah (SEKOLA).

Pentingnya Peran Nelayan Sebagai Agen Perubahan

Mengangkat keterlibatan nelayan sangat penting karena permasalahan ini berdampak langsung pada kelangsungan hidup nelayan yang sangat dekat dengan laut. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengurangi sampah laut melalui konsep penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dengan mengembangkan program pengembangan masyarakat dan kerjasama multipihak.

(Foto 2. Capacity Building Nelayan/ Dokumentasi Greeneration Foundation)

Rangkaian Proyek Fishing For Litter

Proyek Fishing For Litter ini akan berjalan hingga Maret 2022 untuk mengubah perilaku nelayan terkait pengelolaan sampah secara bertahap. Proyek ini dimulai dari rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas nelayan, Beach Clean Up, dan peresmian Fishing For Litter.

Peningkatan Kapasitas Nelayan

Peningkatan kapasitas nelayan diadakan di Aula Kantor IPPP Dusun Pancer, Banyuwangi pada tanggal 3-7 September 2021. Kegiatan ini diikuti oleh 60 nelayan lokal dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan SATGAS Penanganan Covid-19 Dusun Pancer. Pada kegiatan ini, nelayan mendapatkan binaan tentang masalah sampah plastik dan sistem pengelolaannya. Sebagai bekal ilmu untuk mengelola sampah laut yang didapat dari aktivitas penangkapan ikan, Muhamad Muharam dari Waste4Change membina masyarakat untuk mendalami permasalahan dan merencanakan strategi untuk aksi mengumpulkan sampah laut, di mana 60 nelayan lokal yang dibina nantinya dapat memicu nelayan lain di Dusun Pancer, yang totalnya berjumlah 1.500 orang, untuk melakukan aksi serupa

Nelayan Bentuk KUB Untuk Kelola Kegiatan Kelompok

Para nelayan juga mendapat pemaparan tentang peran yang akan mereka jalankan di kegiatan Fishing For Litter untuk tangani sampah laut. Dalam program Fishing For Litter ini, nelayan tak hanya berperan untuk mengumpulkan sampah laut, mereka juga akan berperan langsung membentuk dan mengelola Kelompok Usaha Bersama (KUB). Sebagai pengelola KUB, nelayan merencanakan strategi yang tepat untuk mengumpulkan sampah laut dan mengelola anggota agar tetap memiliki kesamaan visi dan misi.

Capaian dari kegiatan peningkatan kapasitas nelayan ini, para nelayan berhasil membentuk 6 kelompok KUB dan membuat rancangan rencana aksi pengelolaan sampah, termasuk menentukan target, strategi operasional dan keterlibatan masyarakat dalam aksi pengumpulan sampah.

(Foto3. Beach Clean Up Pantai Pulau Merah/ Dokumentasi Greeneration Foundation)

Beach Cleanup Untuk Bersihkan Pantai

Selain peningkatan kapasitas nelayan, EcoRanger juga mengadakan Beach clean up yang diadakan di Pantai Pulau Merah pada tanggal 4 dan 11 September 2021. Aksi ini dilakukan untuk mengkampanyekan aksi peduli sampah laut dan memperingati hari Bersih Sampah Sedunia (World Clean Up Day). Aksi ini diikuti oleh 20 orang. Aksi ini berhasil mengumpulkan 36,8 Kg sampah pesisir Pantai Pulau Merah.

Dukungan Pemerintah Daerah Untuk Fishing For Litter

Rangkaian kegiatan ini mendapat respon positif dari Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Drs. H. Arief Setiawan, MM, dan Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah. “Kita harus bergotong royong untuk menangani masalah sampah karena ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Untuk menyelesaikan ini, kita semua harus menjaga semangat dan pantang menyerah demi Banyuwangi yang lebih makmur. Kami juga akan berupaya menjadikan KUB dari program Fishing For Litter menjadi binaan Dinas Perikanan Banyuwangi” pungkas Sugirah.

(Foto 4. Peresmian Fishing For Litter/ Dokumentasi Greeneration Foundation)

Diresmikannya program ini pada 7 September 2021 di Aula Kantor IPPP Dusun Pancer, Banyuwangi, menjadi harapan untuk aksi peduli kelestarian laut dapat diperluas dan melibatkan lebih banyak pihak seperti nelayan yang kehidupannya tak bisa dipisahkan dari laut. Peresmian ini didukung penuh oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Dinas Perikanan Banyuwangi, Camat Pesanggaran, Kepala Desa Sumber Agung, serta Kepala Dusun Pancer. Fishing For Litter “Aksi Untuk Laut Indonesia”.

Share artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tentang Kami

Jl. Citamiang No. 6, Sukamaju, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40121

Ikuti Kami:

© 2021 EcoRanger Indonesia. All Rights Reserved