Dinobatkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Siapkah Mandalika Tanggulangi Sampah Wisatawan?

Banyuwangi, 10 September 2021 – Pemerintah Indonesia menobatkan Mandalika, Nusa Tenggara Barat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 guna menggenjot potensi pariwisata daerah. Lagi, pemerintah pun menobatkan Mandalika sebagai 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Keseriusan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata terlihat dari pembangunan Sirkuit Mandalika untuk perhelatan Moto GP sebagai ajang balap motor dunia. Potensi tersebut menjadi peluang besar pemerintah untuk mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara ke Mandalika. Selaras dengan peningkatan potensi wisata Kawasan Ekonomi Khusus, jumlah sampah yang dihasilkan Mandalika juga tak kalah meningkat pesat. Seberapa banyak sampah yang di hasilkan Mandalika? Apa solusi yang ditawarkan? Yuk cari tahu lebih lanjut!

Produksi Sampah KEK Mandalika

Berdasarkan data yang dipaparkan sampahlaut.id menunjukkan bahwa Mandalika menghasilkan sekitar 215,7 ton sampah per tahun. Dari jumlah tersebut, 122,4 ton sampah per tahun merupakan sampah plastik, jumlah ini setara dengan bobot 2 pesawat terbang boeing 737. Berdasarkan Riset Marine Debris Pantai Loang Baloq Lombok yang dilakukan Wahyu Rosadi selaku Founder Komunitas Ddorocare, persentase marine debris didominasi oleh sampah plastik, yaitu sekitar 58,6%. Dari data-data tersebut terlihat jelas gambaran permasalahan sampah di kawasan wisata Mandalika. Mengundang wisatawan tanpa solusi pengelolaan sampah? Bukan menyajikan destinasi wisata yang elok, justru hadirkan sampah untuk berlibur bersama wisatawan. Lalu, bagaimana solusinya?

(Foto 2. Foto bersama peserta/Dokumentasi Greeneration Foundation)
(Foto 2. Foto bersama peserta/Dokumentasi Greeneration Foundation)

Strategi BCA Digital Lewat #blubuatbaik Jalin Kerjasama dengan Greeneration Foundation dan KITABISA

si Pengelolaan Sampah di KEK Mandalika Menyadari masalah ini perlu perhatian khusus dari seluruh pihak, program EcoRanger dari Greeneration Foundation menggelar EcoRanger Talkshow Series 4.0 pada Kamis, 9 September 2021 untuk mengupas masalah pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di Mandalika. Talkshow ini mengangkat tema “Potret KSPN Mandalika,

NTB : Menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang Ramah Lingkungan dan Bebas Sampah”.

EcoRanger sebelum nya telah mengadakan 3 rangkaian series yang membahas pariwisata berkelanjutan dengan sistem pengelolaan sampah di 3 wilayah KSPN yang berbeda seperti Manado-Likupang, Bromo-Tengger Semeru, dan Danau Toba. Adanya talkshow ini diharapkan dapat membuka fakta tentang penerapan pariwisata berkelanjutan dan berbagi solusi pengelolaan sampah di 10 KSPN.

Penyelenggaraan EcoRanger Talkshow Series 4.0 bekerja sama dengan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah (JIBBS), sehingga menjadi Special Series JIBBS. Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah, merupakan sebuah wadah strategis untuk mempertemukan seluruh pegiat peduli persampahan di Indonesia yang mewakili lima aktor perubahan diantaranya masyarakat sipil, pemerintah, swasta, media, dan tokoh masyarakat, baik pada tingkat individu maupun mewakili suatu komunitas atau lembaganya. Berlangsung pada 14 Agustus hingga 21 September 2021, JIBBS 2021 Virtual mengusung tema “Membangun Sistem Pengelolaan Sampah yang Melibatkan Partisipasi Lintas Sektor untuk Pemulihan Ekonomi Nasional yang Berkelanjutan”.

EcoRanger Talkshow Series 4.0 menghadirkan pembicara yang kompeten dan terlibat langsung menangani pariwisata dan pengelolaan sampah di Mandalika. Mereka yang hadir adalah Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd (Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat), H. Yusron Hadi (Kepala Dinas Pariwisata, NTB), Firmansyah, M.Si (Kepala Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, DLHK NTB), Syawaludin, SE (Direktur Bank Sampah Bintang Sejahtera), serta M. Wahyu Rosadi (Founder Komunitas Ddorocare, NTB). Para pembicara memiliki peranan penting untuk mengungkap fakta dan mendiskusikan solusi bersama 70 orang peserta sistem kelola sampah di 10 KSPN. Pada kesempatan ini mereka juga menyampaikan upaya dan solusinya tangani masalah sampah di Mandalika.

(Foto 3. Wakil Gubernur NTB/Dokumentasi Greeneration Foundation)

Upaya Pemerintah Galakkan NTB Bersih dan Hijau

Sebagai jawaban dari solusi penerapan pariwisata berkelanjutan di NTB, pemerintah menggalakkan gerakan NTB Bersih dan Hijau untuk mengubah sudut pandang masyarakat. Melalui gerakan ini, pola pikir bahwa sampah bukan musibah tapi peluang diciptakan agar seluruh pihak baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha berlomba-lomba mengubah sampah menjadi barang yang bernilai, pungkas Dr. Ir. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. Upaya membangun bank sampah menjadi solusi yang dilaksanakan untuk gerakan ini.

Menambahkan tentang langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk memaksimalkan potensi pariwisata mandalika serta kelestarian lingkungannya, Bapak Yusron Hadi dan Pak Lalu Hasbulwadi mengungkapkan, “Untuk menyelaraskan perkembangan pariwisata dan keberlanjutan lingkungan, sistem Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) telah diterapkan pada kampanye Green Tourism. CHSE diterapkan di kawasan pariwisata dan zona hijau”. Tak lupa, mereka juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda untuk terlibat dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

(Foto 4. Penyampaian Materi Oleh Firmansyah, M.Si/Dokumentasi Greeneration Foundation)

Merespon pentingnya sampah sebagai peluang, Firmansyah, M.Si menyampaikan, “Mandalika menerapkan strategi industrialisasi pengelolaan sampah untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mengelola sampah untuk mendukung aspek perekonomian”. Peluang ekonomi menjadi kesempatan untuk memanfaatkan sampah menjadi barang yang bernilai. Hal ini menjadi salah satu tanggung jawab seluruh pihak yang menghasilkan sampah. “Sampahku tanggung jawabku!” ujar beliau.

(Foto 5. Penyampaian Materi Oleh Syawaludin, SE/Dokumentasi Greeneration Foundation)

Upaya Komunitas Lokal Tangani Sampah Mandalika

Tak cukup dari pemerintah, komunitas lokal yang telah terjun langsung menghadapi masalah sampah di Mandalika juga turut menuangkan gagasannya. Sebagai salah satu tokoh penggerak pengelolaan sampah di Mandalika, Syawaludin, SE menyampaikan bahwa, “Mengatasi sampah bisa dilakukan dengan 3 pendekatan yaitu, minim sampah (merubah perilaku masyarakat untuk menerapkan zero waste), ekonomi sirkuler (adanya regulasi dari pemerintah yang memudahkan untuk komunitas ataupun KSM melakukan kegiatan ekonomi terkait pengelolaan sampah), serta pelayanan dan teknologi (pengadaan teknologi daur ulang dan transportasi angkut sampah yang tepat guna)”. Tiga pendekatan ini dirasa efektif untuk dilakukan karena melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam penerapannya.

Dukungan Greeneration Foundation Untuk Mandalika Bebas Sampah

Menyaksikan semangat kolaborasi yang digaungkan oleh setiap narasumber, Ryan Yovantra selaku Program Manager mewakili Direktur Eksekutif Greeneration Foundation turut mendukung strategi kolaborasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk atasi masalah sampah di destinasi wisata, “Krisis sampah Indonesia berhasil menobatkan Indonesia sebagai negara penghasil sampah terbanyak ke-2 sedunia. Sektor pariwisata yang turut terdampak membutuhkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan mengedepankan semangat kolaborasi dalam beraksi. EcoRanger Talkshow Series adalah sarana untuk berbagi info terbaru dan edukasi pariwisata berkelanjutan di KSPN”. Melalui ajang diskusi yang telah dihadirkan EcoRanger Talkshow Series 4.0, harapannya dapat membuka jalan bagi EcoRanger dan berbagai komunitas untuk bergerak bersama, membantu Mandalika tangani masalah sampah. To Care To Clean To Sustain.

Share artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tentang Kami

Jl. Citamiang No. 6, Sukamaju, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40121

Ikuti Kami:

© 2021 EcoRanger Indonesia. All Rights Reserved