Tag Archives: pariwisata berkelanjutan

Danau Toba Butuh Aksi Nyata Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Versi English

Danau Toba Butuh Aksi Nyata Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

EN Version

Penulis: Aviaska Wienda Saraswati

Bandung, 11 Juni 2021- Danau Toba, Siapa yang tidak kenal dengan salah satu danau tersohor di dunia ini. Terletak di provinsi Sumatera Utara, Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia karena luasnya lebih dari 1.145 kilometer persegi dengan kedalaman 450 meter. Uniknya, saking luasnya danau ini, lebih menyerupai lautan dengan Pulau Samosir di tengahnya. Kemasyhuran ini tentunya membuka potensi besar pertumbuhan sektor pariwisata. Bagaimana tidak, pemandangan alam yang indah, kekayaan budaya lokal, dan lezatnya kuliner khas Toba pasti membuat wisatawan tidak bisa menolak untuk mengunjungi Danau Toba.  Menyadari potensi besar yang dimiliki Danau Toba, Pemerintah menjadikan danau ini sebagai salah satu dari 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) super prioritas.

Sebagai salah satu kawasan KSPN super prioritas, tentunya pemerintah merencanakan pembangunan sektor pariwisata yang masif di Danau Toba. Namun, sayangnya perkembangan sektor pariwisata pasti sejalan dengan peningkatan kerusakan lingkungan yang diakibatkan sampah aktivitas pariwisata.

                        Foto 1. Peserta ETS 3.0 
            (Dokumentasi Community Empowerment)

Masyarakat tentunya sudah berupaya untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat aktivitas pariwisata. Namun, masih dibutuhkan lebih banyak aksi yang berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan Danau Toba dari aktivitas pariwisata. Tak hanya masyarakat, pemerintah, komunitas lingkungan, dan wisatawan juga harus terlibat untuk mendukung masyarakat membangun pariwisata berkelanjutan di Danau Toba.

Melihat keresahan ini, Program EcoRanger dari Greeneration Foundation tergugah untuk mengenal lebih dekat permasalahan pengelolaan sampah di Danau Toba. Sebagai langkah awal, EcoRanger membuka sarana diskusi untuk mengupas pengelolaan sampah di Desa Wisata Danau Toba melalui EcoRanger Talkshow Series 3.0 (ETS 3.0) pada 10 Juni 2021. ETS 3.0 hadir dengan tema “Menilik Pengelolaan Sampah Desa Wisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba, Sumatera Utara” dan mengundang berbagai aktor lokal dalam bidang pariwisata dan pengelolaan sampah seperti, Armawati Chaniago (tokoh penggerak bank sampah asal Medan), Ojax Manalu (Founder sekaligus Direktur Rumah Karya Indonesia), Irwansyah Putra (Koordinator Fasilitas Pelaksanaan Pemanfaatan Dana Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi), dan Surana, MBA (Koordinator Peningkatan Kompetensi SDM Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). 

Masing-masing pembicara membuka fakta dengan menyampaikan gagasannya terkait permasalahan yang terjadi. Armawati Chaniago menyatakan bahwa, “KSPN Danau Toba harus segera memiliki strategi untuk mengatasi sampah di desa wisata Danau Toba. Masalah ini tidak bisa ditunda untuk diselesaikan karena volume sampah lebih besar daripada kontainer sampah.” Ojax Manalu mengungkapkan, “Membangun pariwisata yang berkelanjutan itu tidak melulu hanya membicarakan strategi. Ada aspek yang tak kalah penting dan tidak boleh terlewatkan yaitu membangun budaya di masyarakat untuk bergerak bersama mengembangkan pariwisata berkelanjutan.”

         Foto 2. Pemaparan Materi dari Ojax Manalu 
           (Dokumentasi Community Empowerment)

Tak hanya aktor lokal penggerak pariwisata dan pengelolaan sampah, dari pihak pemerintah pun turut menyampaikan gagasannya. Irwansyah Putra mengatakan, “Dalam membangun desa wisata, kita harus dukung aparatur desa, semua orang di desa memiliki keterbatasan, disitulah kita sebagai pegiat lingkungan bisa membantu memberdayakan mereka. Supaya kita bisa membawa perubahan agar desa lestari dan dan dapat menunjang perekonomian masyarakat Indonesia”. Surana, MBA  menegaskan, “Sekarang ini muncul tren baru dalam dunia  pariwisata paska pandemi. Dimana kompetensi CHSE menjadi aspek yang sangat penting untuk dimiliki destinasi wisata, termasuk desa wisata. Dalam pengembangan pariwisata butuh keterlibatan baik dari masyarakat, komunitas, dan pemerintah. Poin penting yang harus kita pegang dalam mengembangkan pariwisata adalah kita harus mengembalikan lingkungan dan alam karena kita hanya meminjam dari anak cucu kita dan harus mengembalikan seperti sedia kala.”

               Foto 3. Pemaparan Materi dari Surana, MBA 
           (Dokumentasi Community Empowerment)

Gagasan yang muncul dalam forum diskusi ini baik dari pembicara maupun peserta alangkah baiknya memicu berbagai pihak untuk melakukan langkah perubahan demi terwujudnya pariwisata berkelanjutan. Tentu setidaknya masyarakat lokal, pemerintah daerah, wisatawan dan komunitas lokal bisa memulai langkah ini segera, karena merekalah yang memahami dan menyaksikan langsung permasalahan yang terjadi. Langkah awal ini yang nantinya akan membuka kesempatan kolaborasi secara nasional maupun internasional untuk keberlanjutan desa wisata Danau Toba.

Share artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tentang Kami

Jl. Citamiang No. 6, Sukamaju, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40121

Ikuti Kami:

© 2021 EcoRanger Indonesia. All Rights Reserved