Biogas Atasi Masalah Sampah Organik

Indonesia Biogas Power Plant (asianagri.com)
Indonesia Biogas Power Plant (asianagri.com)

Daftar Isi

Rangers, kini EcoRanger menghadirkan solusi daur ulang sampah organik menjadi biogas. Solusi ini jadi pengalaman baru untuk kami pertama kalinya membuat instalasi biogas untuk masyarakat Dusun Pancer, Kabupaten Banyuwangi. Apa itu biogas? Bagaimana solusi ini menjawab masalah pengelolaan sampah rumah tangga organik di Banyuwangi? Simak selengkapnya di sini!

Biogas

Foto 2. PLTBG Asian Agri (Kementerian ESDM)
Foto 2. PLTBG Asian Agri (Kementerian ESDM)

Biogas adalah sumber energi alternatif yang terbuat dari daur ulang sampah organik maupun kotoran binatang ternak. Ia dapat menjadi bahan bakar karena menghasilkan gas metana. Teknologi pengelolaan sampah ini ternyata sudah ada sejak berabad-abad lalu. Alternatif ini sudah digunakan di Asyur pada abad ke-10 SM dan di Persia pada abad ke 16 SM. Meskipun sudah ditemukan sejak dahulu, penggunaannya masih belum populer bahkan hingga saat ini.  Alternatif ini masih kalah dengan sumber energi batu bara dan minyak bumi. 

Untuk menghasilkan energi alternatif ini, sampah organik maupun kotoran hewan diurai secara anaerob (anaerob digester). Proses ini menghasilkan dua kandungan utama yaitu metana dan karbon dioksida. Namun kandungan gas alternatif ini juga dapat bervariasi tergantung proses penguraiannya. Kualitasnya ditentukan oleh banyaknya kandungan metana yang dimiliki. Oleh karena itu, semakin banyak kandungan metananya, semakin baik kualitasnya karena energinya semakin besar.

Proses pembuatan biogas melalui tiga tahapan sebelum dapat digunakan. Pertama adalah proses hidrolisis. Di sini, bahan baku organik akan melalui proses penguraian senyawa. Kedua adalah proses fermentasi. Pada tahapan ini, proses fermentasi oleh bakteri menghasilkan asam asetat. Ketiga, asam asetat yang dihasilkan akan diurai lagi oleh bakteri metanogenesis yang akan menghasilkan gas metana. Umumnya, bio gas mengandung 60% gas metana dan 30% karbon dioksida. Setelah menghasilkan gas tersebut, energi alternatif ini siap digunakan.

Manfaat Biogas 

Foto 3. Ibu Rumah Tangga Memasak Menggunakan Biogas (Yayasan Rumah Energi)
Foto 3. Ibu Rumah Tangga Memasak Menggunakan Biogas (Yayasan Rumah Energi)

Biogas memiliki banyak manfaat baik untuk manusia dan lingkungan. Ia dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan pembangkit listrik untuk kita gunakan sehari-hari. Selain itu, biogas bisa dijadikan pupuk organik. Untuk lingkungan energi alternatif ini bermanfaat untuk mengurangi sampah organik dan limbah ternak. Pengurangan limbah ini sangat berarti untuk mengurangi gas rumah kaca yang dihasilkan sampah dan limbah serta penggunaan energi kotor. 

Meskipun kaya akan manfaat, penggunaannya di Indonesia masih tergolong rendah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat hanya terdapat 47.505 unit instalasi biogas di Indonesia. Instalasi tersebut menghasilkan 26,72 juta m3 biogas per tahun. Jumlah ini tentunya belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat indonesia. Padahal, pemerintah menargetkan 489 juta m3 per tahun di 2025. Realisasi ini sangat jauh dari yang ditargetkan.

EcoRanger Hadirkan Biogas di Banyuwangi

Foto 4. Pembuatan Biomiru EcoRanger (Rendra Rafsanjani / EcoRanger)
Foto 4. Pembuatan Biomiru EcoRanger (Rendra Rafsanjani / EcoRanger)

Untuk mendukung pemanfaatan biogas di Indonesia, kami berkolaborasi bersama Bank Mandiri dan Yayasan Rumah Energi untuk membuat 10 instalasi biogas di Dusun Pancer, Kabupaten Banyuwangi. Teknologi yang kami gunakan untuk membuat biogas adalah Biomiru. Berbeda dengan instalasi lainnya, Biomiru digunakan untuk membuat biogas dalam skala rumah tangga. Biomiru memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai bahan baku pembuatan. Kolaborasi ini telah kami resmikan pada 10 Agustus 2022 bersama H. Sugirah selaku Bupati Kabupaten Banyuwangi.

Teknologi ini dipilih karena memiliki beberapa keunggulan yaitu, dapat mengatasi masalah sampah organik dari rumah, ekonomis, bebas asap yang mengancam kesehatan, dan tidak memakan lahan yang besar untuk pembuatan instalasi. Gas daur ulang sampah organik  yang dihasilkan Biomiru dapat digunakan untuk mengganti gas LPG dan ampasnya dapat dijadikan pupuk organik. Sebelum dikembangkan di 10 lokasi, kami telah melakukan uji coba Biomiru di Sentra Kelola Sampah (SEKOLA). Gas yang dihasilkan digunakan untuk menghasilkan listrik dan gas kebutuhan operasional SEKOLA. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan daur ulang sampah organik di SEKOLA untuk mengurangi sampah residu yang dikirim ke TPA.

Bagikan Artikel Ini
Postingan Terkait
Sustain Travel