Kisah Sukses EcoRanger Biasakan Pilah Sampah Dari Rumah

EcoRanger and Beneficiaries Photo Session (Haris / EcoRanger)

Daftar Isi

Program EcoRanger dari Greeneration Foundation resmi mengakhiri aksi kolaborasi #blubuatbaik bersama BCA Digital dan Kitabisa.  Aksi ini ditutup oleh diseminasi yang dilaksanakan di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Banyuwangi pada Selasa, 24 Mei 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh 72 peserta yang terdiri dari jajaran pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi, perwakilan Greeneration Foundation, tim EcoRanger, serta penerima manfaat aksi #blubuatbaik pilah sampah dari rumah.

Ingin tahu seperti apa kisah perjalanan EcoRanger bersama warga Dusun Pancer dalam aksi #blubuatbaik untuk membangun kebiasaan pilah sampah dari rumah? Yuk ikuti kisahnya! 

Aksi Kolaborasi #blubuatbaik

Foto 2. Edukasi Pilah Sampah Rumah Ke Rumah Warga (Rendra Rafsanjani / EcoRanger)
Foto 2. Edukasi Pilah Sampah Rumah Ke Rumah Warga (Rendra Rafsanjani / EcoRanger)

Indonesia masih berkutat menyelesaikan permasalahan sampah rumah tangga yang semakin banyak dan tidak terkelola. Dari 67,8 juta ton sampah yang diproduksi tiap tahunnya, 37,39% nya merupakan sampah rumah tangga (KLHK, 2020). Meskipun Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan target pengurangan sampah 30% dan penanganan 70% sampah pada tahun 2025 (Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga), ancaman masalah sampah rumah tangga masih menghantui kelangsungan hidup masyarakat dan lingkungan.

Tak berdiam diri menyaksikan masalah ini semakin rumit, EcoRanger berupaya untuk menumbuhkan kebiasaan pilah sampah dari rumah warga Dusun Pancer, Kabupaten Banyuwangi bersama BCA Digital dan Kitabisa dalam aksi kolaborasi #blubuatbaik. Aksi ini telah dilaksanakan sejak Juni 2021 – April 2022. Melalui aksi ini, EcoRanger melakukan pendampingan, penyediaan sarana dan prasarana persampahan, edukasi warga, serta kolaborasi multipihak untuk membangun kebiasaan pilah sampah dari rumah. 

Dalam kesempatan ini, Fahrian Yovantra selaku perwakilan Greeneration Foundation menyampaikan, “Greeneration Foundation menginisiasi program EcoRanger pada tahun 2018. Kami bergabung dalam kolaborasi ini untuk membantu EcoRanger memberikan dampak yang lebih bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam pengelolaan sampah di Dusun Pancer.” Kolaborasi ini diharapkan menjadi titik balik untuk warga maupun pemerintah di Dusun Pancer berkomitmen melakukan kebiasaan baik tersebut untuk meningkatkan tingkat keterpilahan sampah di Sentra Kelola Sampah (SEKOLA).

Perubahan Perilaku Masyarakat

img 4009
Foto 3. EcoRanger Academy (Rendra Rafsanjani / EcoRanger)

Aktif selama 9 bulan membina masyarakat Dusun Pancer untuk memilah sampah di rumahnya, EcoRanger memulai perjalanannya secara rutin dengan melakukan edukasi ke 89 keluarga dari rumah ke rumah mereka tentang sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Warga tersebut merupakan klien SEKOLA yang dikelola EcoRanger. 

Selain mendapatkan edukasi di rumah, klien SEKOLA juga diajak untuk berkunjung ke SEKOLA dan belajar langsung bersama tim SEKOLA tentang proses pengelolaan sampah mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga daur ulang lewat kegiatan EcoRanger Academy. Lagi, mereka juga berpartisipasi dalam kegiatan Beach Clean Up untuk membersihkan sampah laut Pantai Pulau Merah bersama wisatawan dan komunitas lokal. 

Kerjasama yang baik antara masyarakat bersama EcoRanger serta rutinnya edukasi yang dilakukan, perlahan bisa membuat masyarakat merubah kebiasaannya untuk memilah sampah secara mandiri. Kini, mereka bahkan telah terbiasa untuk memilah sampahnya, “Kami saat ini sudah semakin terbiasa untuk memilah sampah sendiri dan lama-lama menjadi budaya kami. Tim EcoRanger juga membantu kami untuk mendaur ulang sampah yang terpilah. Kami bersyukur dan berterima kasih. Berkat kegiatan ini, kami bisa menjaga kebersihan rumah dengan lebih baik,” pungkas Agus Mulyono, Camat Pesanggaran.

Prestasi Pilah Sampah Dari Rumah

Foto 4. Pemberian Penghargaan Warga Inspiratif (Rendra Rafsanjani / EcoRanger)
Foto 4. Pemberian Penghargaan Warga Inspiratif (Rendra Rafsanjani / EcoRanger)

Di penghujung kolaborasi ini, seluruh pihak yang terlibat patut berbangga karena kontribusi yang mereka berikan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab membuahkan dampak baik bagi lingkungan, masyarakat, komunitas, dan pemangku kepentingan. Aksi pilah sampah yang dilakukan warga berhasil mengurangi persentase sampah residu yang dikirim SEKOLA ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banyuwangi sebanyak 23%. 

 Duardi Prihandiko, Head of Marketing & Communications BCA Digital menyampaikan lebih rinci capaian sampah dari masyarakat yang telah terpilah dan dikelola lebih lanjut oleh EcoRanger, “Sebanyak 279.880,375 kg sampah rumah tangga yang telah kami kelola dari Juni 2021 – April 2022 terdiri dari sampah anorganik sebesar 5,77%, organik 70,3% dan residu 23,92%. Ini adalah pencapaian luar biasa buah pilah sampah dari rumah secara rutin.

 Sampah yang telah terpilah diproses lebih lanjut oleh EcoRanger. Sampah organik didaur ulang menjadi kompos yang bisa digunakan untuk pupuk tanaman. Sampah anorganik seperti material plastik diolah bersama industri daur ulang agar tak serta merta berakhir di TPA. Sampah residu dikelola oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi di TPA. Aksi ini menjadi wujud nyata penerapan pengelolaan sampah berkelanjutan secara menyeluruh.

Kata Mereka Tentang Perubahan Kebiasaan Pilah Sampah

Foto 5. Foto Bersama Jajaran Pemkab Kabupaten Banyuwangi (Rendra Rafsanjani / EcoRanger)
Foto 5. Foto Bersama Jajaran Pemkab Kabupaten Banyuwangi (Rendra Rafsanjani / EcoRanger)

Aksi kolaborasi #blubuatbaik telah mengedukasi 89 Kepala Keluarga dan 71 diantaranya telah konsisten menerapkan pilah sampah dari rumah. Masyarakat Dusun Pancer sebagai penerima manfaat sekaligus yang turut mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah bertanggung jawab, ternyata merasakan dampak positif dari merubah kebiasaan mereka untuk memilah sampah. Siapa sangka, pilah sampah yang menurut kebanyakan orang ribet dan merepotkan bisa dilakukan dengan mudah oleh mereka.

“Kami merasa senang di sini EcoRanger tidak hanya membantu kami mengelola sampah tapi juga mengajak kami untuk belajar caranya mengelola sampah. Jadi, kami sudah tidak buang sampah di sungai dan laut lagi. Setelah dibiasakan, ternyata memilah sampah itu yo mudah. Kita juga bisa bantu meringankan pekerjaan tim pemilah di SEKOLA,” ujar Maya yang merupakan klien SEKOLA. 

Kerja nyata aksi kolaborasi ini juga mendapat apresiasi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun Pancer yang disampaikan oleh Pak Budi, “Tim EcoRanger telah berjasa untuk mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan laut. Oleh karena itu, kedepannya BPD akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendukung kegiatan ini, serta mengusahakan terbitnya Peraturan Desa agar kegiatan menjadi legal dan diakui. Harapannya, pemerintah bisa jauh lebih ikut serta dalam kegiatan penanganan sampah.” 

Meskipun telah berhasil merubah kebiasaan pengelolaan sampah warga Dusun Pancer, aksi seperti ini tak boleh berhenti sampai di sini. Sekarang, kita belum bisa berpuas diri akan hasil yang dicapai karena berbagai tantangan permasalahan sampah masih menunggu di depan untuk dihadapi dan diselesaikan bersama. Seperti harapan yang disampaikan oleh seluruh pihak sebelumnya, aksi ini harus dikembangkan dan dipastikan keberlanjutannya untuk mengejar laju solusi permasalahan sampah. 

Masyarakat, lembaga lingkungan, dan sektor industri telah memulai inisiatif baik ini. Kini, pemerintah diharapkan untuk berkontribusi besar menjaga dan mengawasi keberlanjutan aksi, agar yang memilah sampah tidak hanya warga Dusun Pancer, namun juga warga warga dusun lainnya di Banyuwangi, Jawa Timur, dan wilayah Indonesia lainnya. To care, to clean, to sustain!