Rangers! Saat ini EcoRanger menghadirkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah organik di Sentra Kelola Sampah (SEKOLA). Selain dijadikan kompos, sampah organik diolah jadi pangan untuk budidaya maggot. Ini dia selengkapnya tentang budidaya maggot oleh EcoRanger untuk atasi sampah organik.
Budidaya Maggot

Budidaya maggot saat ini bukan jadi hal baru lagi. Banyak masyarakat yang sudah mengembangkan bisnis budidaya ini sebagai sumber mata pencaharian. Maggot adalah larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF). Lalat jenis ini dikenal tidak membawa bakteri.
Budidaya larva BSF ini dapat dilakukan di wilayah dengan iklim tropis dan sub tropis. Ada 4 tahapan utama yang dilakukan yaitu, pembuatan media bertelur, pengembangbiakan, pemeliharaan, dan panen.
Media bertelur dibuat dengan memfermentasikan dedak. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 4-5 hari. Media bertelur harus difermentasi untuk mengundang lalat BSF yang suka dengan aroma fermentasi. Jika sudah bertelur, telur akan menetas dalam 1-3 hari.
Setelah telur menetas, kita bisa memelihara maggot dengan memberinya makan sampah organik. Butuh waktu sekitar 2-3 minggu untuk mereka tumbuh besar hingga siap panen. Setelah panen, sebaiknya kita juga menyisakan larva untuk diternak jadi lalat BSF dewasa agar bisa bertelur lagi.
Manfaat Bagi Perekonomian dan Lingkungan

Maggot memiliki banyak manfaat baik bagi perekonomian maupun lingkungan. Ia biasa dibudidayakan untuk dijual jadi pakan ternak. Kandungan protein yang tinggi menjadikan binatang ini sebagai pakan ternak yang berkualitas. Kandungan protein pada maggot mencapai 30-40%. Oleh sebab itu, banyak orang yang membudidayakannya untuk dijual ke peternak.
Ia juga berperan sebagai dekomposer yang sangat baik. Makanan utama mereka adalah bahan-bahan organik, salah satunya sampah organik. Mereka sangat efektif untuk mengurai sampah organik dengan cepat karena 15.000 maggot mampu menghabiskan sekitar 2 Kg sampah organik hanya dalam waktu satu hari saja. Peran mereka sangat penting agar sampah organik tidak mencemari lingkungan.
Kotorannya ternyata juga bisa dijadikan pupuk kompos. Kompos membantu tumbuh kembang tanaman jadi lebih baik. Selain kotorannya, sisa makanannya juga bisa dijadikan kompos. Sisa makanan mereka yang dijadikan kompos biasanya disebut kasgot.
Solusi Atasi Masalah Sampah Organik

Budidaya maggot terbilang efektif untuk mengurangi sampah organik. Sifat alami maggot yang sangat rakus bisa mengurangi jumlah sampah organik secara signifikan. Binatang ini jadi solusi mengatasi masalah sampah dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular.
Melihat manfaat yang diberikan, EcoRanger berinisiatif untuk membuat budidaya maggot di SEKOLA, Dusun Pancer, Banyuwangi. Metode ini dipilih untuk meningkatkan tingkat keterolahan sampah organik yang dikelola SEKOLA. Jumlah sampah organik yang dikelola setiap bulannya bisa mencapai 14 ton.
Sebelumnya, EcoRanger mengolah sampah organik jadi kompos. Adanya budidaya maggot ini memberikan peluang bagi EcoRanger untuk menerapkan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. Alhasil, sampah organik yang mampu didaur ulang jadi makin banyak dan hasil dari budidaya ini bisa membantu mendukung operasional dan edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat.
Budidaya ini jadi upaya EcoRanger untuk memaksimalkan potensi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di kawasan destinasi wisata Dusun Pancer, Kabupaten Banyuwangi. Semakin banyak inovasi yang tumbuh, masalah sampah akan semakin teratasi dan kesejahteraan masyarakat akan membaik. Dengan begitu, pariwisata berkelanjutan akan memberikan manfaat untuk semua pihak. To care, to clean, to sustain!
