Muara Gembong Terancam Masalah Sampah EcoRanger Beraksi

Mekar Beach is Polluted with Garbage (Greeneration Foundation)
Mekar Beach is Polluted with Garbage (Greeneration Foundation)

Daftar Isi

Muara Gembong terancam kerusakan lingkungan mulai dari abrasi hingga pencemaran sampah. EcoRanger siapkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai solusi.

Muara Gembong jadi salah satu daerah di Indonesia yang terdampak parah kerusakan lingkungan akibat abrasi dan polusi sampah. Kerusakan lingkungan memaksa masyarakatnya untuk berdamai dengan segala ketidak layakan hidup. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang masih bertahan di wilayah ini karena mereka tidak memiliki tempat tinggal dan sumber mata pencaharian di daerah lain. 

Muara Gembong Dilanda Polusi Sampah dan Abrasi

Pesisir Pantai Di Muara Gembong Tercemar Sampah (Greeneration Foundation)
Pesisir Pantai Di Muara Gembong Tercemar Sampah (Greeneration Foundation)

Muara Gembong adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. wilayah ini merupakan daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Mayoritas penduduk setempat berprofesi sebagai nelayan dan pengelola tambak ikan. 

Muara Gembong juga unggul dengan potensi wisata alamnya. Wilayah ini menawarkan keindahan wisata pantai dan hutan mangrove.  Beberapa objek wisata yang bisa Ranger kunjungi adalah Pantai Muara Beting, Pantai Muara Bungin, Pantai Bahagia, Pantai Mekar, dan Ecotourism Mangrove Forest.

Kekayaan potensi wisata dan perikanannya ternyata tidak menjamin kesejahteraan warga sekitarnya. Warga terancam kehilangan tempat tinggal yang layak karena abrasi dan sampah yang tidak terkelola. Kerusakan alam mengancam kesejahteraan ekonomi masyarakatnya. Mereka terancam kehilangan sumber mata pencaharian karena hasil tangkapan dan budidaya ikan tidak akan bagus bila ekosistem perairan tercemar sampah dan dihantam abrasi. 

Fokus pada isu permasalahan sampah, Greeneration Foundation mencoba melakukan studi potensi timbulan sampah di Desa Pantai Mekar, Muara Gembong. Hasil penelitian menemukan bahwa desa yang berpenduduk 7634 jiwa ini memproduksi sekitar 1.145 ton sampah tiap harinya. Jika dihitung per KK, tiap KK memproduksi 0.60 Kg sampah tiap harinya. Sampah yang paling banyak dihasilkan oleh warga adalah sampah organik (35.27%) dan kresek (29.89%). 

Sayangnya, potensi timbulan sampah yang cukup besar ini tidak diimbangi dengan tersedianya fasilitas dan sistem pengelolaan sampah memadai. Terlebih lagi, pengetahuan masyarakat tentang cara mengelola sampah juga masih terbatas. Ini menunjukkan belum adanya langkah komprehensif dari pemerintah dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah di Muara Gembong. 

Dampak Masalah Sampah

Warga Muara Gembong Hidup Berdampingan dengan Sampah dan Abrasi  (Greeneration Foundation)
Warga Muara Gembong Hidup Berdampingan dengan Sampah dan Abrasi  (Greeneration Foundation)

Permasalahan sampah di Muara Gembong mengakibatkan memburuknya perekonomian dan kesehatan masyarakat, serta kerusakan ekosistem pesisir dan laut. Dampak bagi lingkungan dan manusia saling terkait satu sama lain. 

Ekosistem yang rusak dapat mempersulit nelayan untuk menangkap ikan. Ikan cenderung menghindari habitat yang tercemar sehingga nelayan harus berlayar lebih jauh ke tengah laut untuk mendapat ikan. Selain itu, kondisi habitat yang rusak juga mengurangi populasi ikan. Alhasil, pendapatan nelayan berkurang. Hal yang sama juga terjadi pada penambak ikan.

Sampah yang mencemari lingkungan rumah warga juga memperburuk kesehatan. Tumpukan sampah yang tidak terurus menyimpan banyak bakteri yang menimbulkan banyak penyakit seperti diare dan kulit. Sampah-sampah tersebut juga menimbulkan aroma yang tidak sedap. 

EcoRanger Hadirkan Solusi Pengelolaan Sampah

Kick-off EcoRanger di Muara Gembong  (Fairuz Mahdyah / Greeneration Foundation)
Kick-off EcoRanger di Muara Gembong  (Fairuz Mahdyah / Greeneration Foundation)

Merespon masalah yang terjadi di Muara Gembong, Greeneration Foundation melalui program EcoRanger berupaya untuk memberikan solusi. EcoRanger akan mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang berbasis masyarakat. 

Pada sistem yang dikembangkan, EcoRanger akan mendukung pembangunan fasilitas pengelolaan sampah, advokasi regulasi pengelolaan sampah, mengembangkan kapasitas lembaga pengelolaan sampah, edukasi masyarakat, dan restorasi lahan mangrove. Dari sini kita bisa melihat kalau upaya ini akan merangkul keterlibatan seluruh pihak mulai dari masyarakat, komunitas, hingga pemerintah lokal. 

EcoRanger memulai aksi ini dengan agenda kick-off yang dilaksanakan pada 16 Desember, 2022. Kegiatan ini dilakukan untuk meresmikan intervensi yang akan diberikan EcoRanger. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Acara ini dihadiri oleh masyarakat, perwakilan komunitas, dan perwakilan pemerintah daerah. 

Upaya yang dilakukan EcoRanger ini akan dijalankan hingga April 2023 untuk memberikan dampak yang lebih nyata. Aksi ini juga mendapat dukungan dari AWS In Communities. Upaya ini jadi bagian dari mimpi EcoRanger untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Bagikan Artikel Ini
Postingan Terkait
Sustain Travel
Sustain Travel